Rabu, 01 Februari 2012

Menguji Kandungan Nutrisi Makanan

I. A. Judul :
    Uji Kandungan Nutrisi pada bahan Makanan

   B. Tujuan :
Mempelajari cara mengaji keberadaan Glukosa, Karbohidrat, Protein, lemak, dan vitamin pada bahan makanan.

  C. Landasan Teori

Bahan makanan merupakan segala sesuatu yang dimakan manusia baik dalam bentuk padat maupun bentuk cairan. Bahan makanan dikatakan bergizi bila mengandung zat-zat makanan. Zat-zat makanan tersebut meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Pada kehidupan sehari-hari, karbohidrat banyak ditemukan. Contohnya : didalam beras, jagung, gandum, kentang, umbi-umbian, dan gula. Karbohidrat didalam tubuh bermanfaat sebagai sumber energi. Kelebihan karbohidrat didalam tubuh dapat diubah menjadi senyawa organic lain, misalnya, glikogen. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita.
Oleh karena itu, kami melakukan beberapa percobaan untuk mengetahui kandungan nutrisi yang ada pada bahan makanan.


   D. Tinjaun Pustaka
Beberapa reagen yang banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrient dalam makanan adalah:
  1. Lugol / kalium yodida, Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung)
  2. Benedict / fehling A dan Fehling B, Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula (monosakarida dan di sakarida)
  3. Millon / Molisch / Biuret, Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein
  4. Sudan III / etanol / kertas buram, digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung lemak / minyak
  5. Larutan Iodida dapat digunakan sebagai katalisator untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung vitamin C

E.  Metodologi Penelitian

                 a. Alat :

1.      Rak tabung reaksi
2.      Tabung reaksi
3.      Penjepit tabung reaksi
4.      Pelat tetes
5.      Gelas kimia
6.      Pembakar spritus
7.      Berbagai bahan makanan , yaitu : tepung, putih telur, nasi tahu, gulali
8.      Kertas
9.      Reagen Benedict
10.  Larutan Biuret
11.  Larutan lugol/yodium
12.  Glukosa
13.  Kertas Buram/kertas Minyak

    b. Bahan:

1.      Gula halus
2.      Tepung kanji
3.      Nasi
4.      Ubi
5.      Roti
6.      Jeruk nipis
7.      Telur
8.      Tempe
9.      Tomat
10.  Vitamin c tablet
11.  Mentega
12.  Santan
13.  Minyak
14.  Air
15.  Kecap


   c. Cara Kerja

Melakukan pengujian fungsi reagen, yaitu dengan cara :
a.       pengujian Glukosa :
Membuat larutan glukosa dalam tabung reaksi, menambahkan masing-masing 10 tetes Fehlin A dan Fehlin B atau benedict, kemudian memanaskan dengan pembakar spritus sampai tidak lagi terjadi perubahan warna.
Bila pengujian dilakukan dengan pereaksi reagen benedict maka perubahan bahan makanan yang mengandung glukosa bewarnah Merah Bata.

b.      Pengujian Amilum (Karbohidrat) :

Menghancurkan bahan makanan yang akan diuji dengan menggunakan mortar, kemudian beri sedikit air hingga membentuk larutan. Mengisi tabung reaksi dengan larutan bahan makanan, kemudian ditetesi dengan larutan lugol/yodium.

Bila menunjukkan warnah biru sampai hitam berarti bahan makanan tersebut fositif mengandung amilium

c.       Pengujian protein :

Menghancurkan bahan makanan yang akan diuji dengan menggunakan mortar, kemudian beri sedikit air hingga membentuk larutan. Mengisi tabung reaksi dengan larutan bahan makanan, kemudian ditetesi dengan larutan Biuret.

d.      Pegujian Lemak :

Menguji kandungan lemak, dengan cara mengoleskan pada kertas buram kering lalu menerawangkan pada cahaya.
Pada uji Lemak, ketika larutan di teteskan pada kertas minyak maka larutan tersebut akan tembus (transparan).

e.       Pengujian Vitamin

Untuk mengetahui kandungan vitamin C dalam bahan Makan dilakukan dengan cara membandingkannya dengan kadar Vitamin C dalam tablet yang diketahui.
Lalu untuk larutan bahan makan yang ingin diketahui kadar vitamin yang terkandung dengan meneteskan reagen iodida sebagai katalisator.





Hasil Pengamatan
Jenis Bahan Makanan
Reaksi Perubahan Warna
Noda Pada Kertas
Hasil uji Makanan
Lugol/ Yodium
Benedict
Biuret
Amilum
Glukosa
Protein
Lemak
Vitamin
Gula Halus

Merah Bata

-
-
-
-
-
Kanji
Biru kehitaman
Putih

-
-
-
-
-
Nasi
Biru Kehitaman


-
-
-
-
-
Ubi Halus
Biru Kehitaman


-
-
-
-
-
Roti
Biru
Kehitaman


-
-
-
-
-
Jeruk Nipis
Kuning


-
-
-
-
-
Putih telur Matang


Ungu
-
-
-
-
-
Kuning Telur Matang


Ungu kekuning – kuningan
-
-
-
-
-
Tempe


Ungu
-
-
-
-
-
Mentega



-
-
-
-
Santan



-
-
-
-
Minyak Kelapa



-
-
-
-
Kecap



-
-
-
-
Air



-
-
-
-
-
-
 Sari Tomat
Kuning kecoklatan


-
-
-
-
-

Uji Glukosa melalui Pemanasan:

 
Uji Protein :

 a. sebelum dipanaskan

putih telur yang telah ditetesi larutan Benedict
Kuning Telur yang telah ditetesi Larutan Benedict
  
Larutan Tempe yang telah ditetesi Reagen Benedict
b. setelah dipanaskan

 UJI Vitamin

Hasil pengamatan :


F. Pembahasan
Dalam makanan yang diuji akan saya analisis berbagai zat yang terkandung di dalamnya, yaitu pada

Pada Uji Amilium yang ditetesi Reagen Lugol/Yodium :

  •               Nasi : Hasil pengamatan larutan nasi berubah warna dari warna asal putih keruh menjadi berwarna biru kehitaman yang sangat kental. Hal itu menandakan bahwa Kandungan Nasi Banyak mengandung karbohidrat.

  •           Ubi Halus : Hasil pengamatan Larutan Ubi berubah warnah dari asal Putih keruh menjadi Berwarnah Biru kehitamn menandakan Bahwa Ubi mengandung Karbohidrat.


  •              Roti : Hasil pengamatan Larutan Roti berubah warnah dari asal putih keruh menjadi berwarnah biru kehitaman namun hanya sedikit, hal itu menandakan bahwa kandungan Karbohidrat pada roti hanya sedikit.

  •              Tepung Kanji: Iodine / kalium iodide / KI merupakan reagen untuk menunjukkan kandungan amilum/tepung pada suatu bahan makanan. Warna dasar larutan KI orange.

Hasil pengamatan Larutan Tepung Kanji berubah warnah dari asal putih menjadi berwarnah biru kehitaman yang kental, hal itu menandakan bahwa kanji juga bnyak mngandung Karbohidrat.

Pada uji Glukosa dengan meneteskan reagen Benedict :

  •   Gula Halus : Benedict, Fehling A dan Fehling B merupakan reagen yang dapat menunjukkan keberadaan glukosa pada suatu bahan makanan. Warna dasar dari larutan benedict adalah biru tua.

Hasil pengamatan: Campuran larutan gula dengan benedict berwarna biru, setelah pemanasan terjadi perubahan warna secara bertahap mulai dari hijau, kuning dan akhirnya menjadi merah bata. Kandungan yang ada pada gula hanyalah glukosa.

  •         Tepung Kanji
Hasil Pengamatan : campuran larutan tepung kanji yang ditetesi dengan reagen Benedict lalu dipanaskan, larutan kanji tidak mengalami perubahan warnah apapun, tetap pada warnah asalnya yaitu putih. Hal ini menandakan bahwa Larutan tepung Kanji tidak mengandung glukosa.


Pada uji Protein dengan meneteskan reagen Biuret :

  •       Putih telur : Millon / Mollisch / Biuret merupakan reagen yang dapat menunjukkan keberadaan protein pada suatu bahan makanan. Warna dasar larutan biuret adalah biru.
Hasil pengamatan: Terjadi perubahan warna larutan putih telur menjadi ungu.
Menandakan bahwa putih telur mengandung Protein.

  •       Tempe :
Hasil pengamatan: terjadi perubahan warna pada larutan tempe yang ditetesi dengan Reagen Biuret dari asal warna coklat keru menjadi Ungu kecoklatan. Hal ini menandakan bahwa tempe mengandung Protein namun tidak banyak.

  •   Kuning Telur:
Hasil Pengamatan : terjadi perubahan warna pada larutan kuning telur dari asal warnah  kuning menjadi Kuning keungu – unguan.

 Menguji kandungan lemak Kertas saring / kertas buram :

Jika pada kertas buram terbentuk noda saat diterawang, maka makanan yang diuji tersebut mengandung lemak.
Dari hasil pengamatan dalam menguji kandungan lemak menggunakan beberapa bahan seperti Mentega, minyak kelapa, santan, air, kecap, dan larutan glukosa. Yang lebih mengandung lemak yaitu:
  1.      . .Minyak Kelapa 
  2.        .Mentega 
  3.       .Santan
  4.     kecap

pengujian Vitamin :

Hasil Pengamatan
1. Larutan Vitamin C tablet.
    Reagen Iodida ditetesi dengan larutan vitamin C sebanyak 8 tetes  akan menimbulkan warnah kuning jernih.
2. Larutan sari Jeruk Nipis
    Reagen Iodida ditetesi dengan larutan Sari jeruk Nipis sebanyak 180 tetes akan menimbulkan warnah kuning keruh.
3. Larutan Sari Tomat
    Reagen Iodida dittesi dengan larutan Sari Tomat Sebanyak 170 tetes menimbulkan warnah kuning kecoklatan.
Dari hasil pengamatan bahwa kadar Vitamin yang paling tinggi adalah Vitamin C, Sari Jeruk nipis dan Sari Tomat.
Dalam praktikum untuk menguji ada tidaknya kandungan suatu zat terhadap suatu makanan harus dipanasi, hal itu dimaksudkan agar larutan yang diuji tersebut terlihat reaksinya.

Kesimpulan
  1. Perubahan warna larutan tepung menjadi biru kehitaman menunjukkan larutan yang diuji mengandung amilum
  2. Perubahan warna larutan menjadi merah bata menunjukkan bahwa larutan tersebut mengandung glukosa.
  3. Kadar warna merah pada hasil eksperimen menunjukkan kualitas kandungan glukosa dalam larutan.
  4. Perubahan warna ungu pada larutan putih telur menunjukkan larutan tersebut mengandung protein
  5. Timbulnya transparan pada kertas menunjukkan adanya kandungan lemak dalam minyak

II. A. Judul
         UJI Enzim Amilase dan UJI Emulsi
     B. Tujuan
         Untuk mengetahui peran Enzim amilase
     C. Landasan Teori
            Adanya enzim Amilase dapat mengubah amilum maltosa dan glukosa. Hal ini dapat dilakukan dengan bebeapa percobaan. Salah satu contohnya yaitu coba kunyalah nasi beberapa saat, setelah beberapa lama nasi akan terasa manis. Hal ini disebabkan karena amilum dalam nasi diubah menjadi maltosa yaitu sejenis gula yang rasanya manis.
Selain itu kita juga dapat mengetahui keberadaan enzim amilase dan perannya dengan melakukan pengujian secara kimia.
    D. Metodologi Penelitian
    Uji Enzim Amilase
        1.      Alat dan Bahan
  •    Rak tabung reaksi 
  •   Tabung reaksi 
  •   Penjepit tabung reaksi 
  • Gelas kimia 
  • Pembakar spritus 
  • Nasi 
  • Air liur 
  • Larutan  benedict 
  •   Larutan yodium 
  • Kanji

 2. cara Kerja dan hasil pengamatan : 

Pengujian 1 :
  • Siapkan 2 tabung reaksi
  • Lalu isi dengan air liur masing – masing 10 ml.
  • Berikan lebel A dan B pada tabung
  • Tabung A dipisahkan terlebih dahulu sedangkan untuk tabung B dilakukan pemanasan
  • Buatlah larutan kanji sebanyak 2 ml
  • Larutan yang ada pada tabung A dibagi 2 lalu dimasukkan kedalam tabung reaksi
  • Setelah itu kedua tabung tersebut ditetesi dengan larutan kanji masing – masing 10 tetes
  • Pada tabung 1 ditetesi dengan larutan yodium
  • Pada tabung 2 ditetesi dengan larutan benedict
  • Lihat perubahan warnahnya









 
      1.  Tabung pertama
Mula – mula air liur berwarnah putih keruh akan tetapi setelah dicampur larutan kanji dan yodium warnahnya berubah menjadi hitam gelap.
Menandakan bahwa larutan tersebut mengandung amilium
 
   2. Tabung kedua
Mula – mula air liur berwarnah putih keruh akan tetapi setelah dicampur larutan kanji dan benedict warnahnya berubah menjadi hijau


Pengujian ke 2 :

  •  Untuk tabung B yang sudah dipanaskan
  • Didingan terlebih dahulu lalu isi tabung B tersebut dibagi 2
  •   Berikan lebel 3 dan 4
  •   Pada tabung 3 ditetesi dengan larutan yodium sebanyak 10 tetes
  •   Pada tabung ke 4 ditetesi dengan larutan Benedict sebanyak 10 tetes
  •  Lihat perubahan warnahnya










   1   Pada tabung ke 3
Mula – mula warnah air liur putih keruh setelah ditetesi dengan yodium warnahnya tidak berubah.

   2.  Pada tabung ke 4
Mula mula warnah air liur putih keruh namun setelah ditetesi dengan benedict warnahnya berubah menjadi biru
Hal itu menandakan bahwa kedua tabung tersebut tidak mengandung zat makanan.

           
Pengujian ke 3 :
Nasi terlebih dahulu dikunya kemudian dikeluarkan dari mulut dan dipisahkan menjadi 2 bagian dalam tabung reaksi
Berikan lebel 5 dan 6
Pada tabung 5 ditetesi dengan larutan yodium sebanyak 10 tetes
Pada tabung ke 6 ditetesi dengan larutan benedict sebanyak 10 tetes
Lihat perubahan warnah masing – masing tabung.













 1.        Pada tabung ke 5
Mula – mula kunyahan nasi berwarnah putih keruh namun setelah ditetesi dengan larutan yodium berubah menjadi merah kehitaman menandakan bahwa larutan tersebut mengandung amilium (karbohidrat)

2.       Pada tabung ke 6
Mula - mula kunyahan nasi berwarnah putih keruh namun setelah ditetesi dengan larutan benedict berubah menjadi merah bata, hal itu menandakan bahwa larutan tersebut mengandung glukosa





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar